Amru bin Tsabit. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. Amru bin Tsabit: عمرو بن ثابت) digelari Al-Ushairim Muhammad ﷺ, ia gugur tahun 3 H pada saat Perang Uhud dan termasuk yang dijanjikan masuk surga selain Sepuluh orang yang dijanjikan masuk surga [1] Nama lengkapnya Amru bin Tsabit bin waqisy/ Aqisy al-Anshary
The Prophet made a bond of brotherhood between Salman and Abu ad-Darda al-Ansari . Salman paid a visit to Abu ad-Darda’ and found Um ad-Darda’ (his wife) dressed in shabby clothes. He asked her why she was in that state. She said, “Your brother Abu ad-Darda’ is not interested in the luxuries of this world.”
Umar bahkan mengancam orang-orang besar seperti Abdullah bin Mas'ud, Abu Darda, dan Abu Masud al-Anshari. Selain dilarang meriwayatkan hadis mereka dicegah keluar dari Madinah. Abu Hurairah dan Ka'ab al-Ahbar juga diperintah untuk tidak meriwayatkan hadis, jika tidak patuh maka mereka akan diasingkan ke daerah Dus dan tempat monyet.
Perang Khandaq juga dijelaskan dalam Al-Qur'an dalam surah Al-Ahzab, Hud, Ar-Rad, Maryam, Shad, Ghafir, dan Az-Zukhruf. Dalam perang tersebut, Salman Al-Farisi mengusulkan untuk menggali parit di sekitar kota Madinah dengan panjang parit kurang lebih 5,544 meter, lebar kurang lebih 4,62 meter, dan kedalaman parit 3,324 meter.
Al-Harits bin Hisyam. Al-Harits bin Hisyam bin al-Mughirah bin Abdullah ( Arab: الحارث بن هشام بن المغيرة بن عبد الله; meninggal di tahun 634, 636 atau 639), merupakan salah satu Sahabat Nabi, seorang bangsawan Bani Makhzum dan seorang partisipan dalam Penaklukan Suriah hingga akhir hayatnya.
Jantung Salman pun terasa sangat berdebar, tak hanya itu Abu Darda juga menatap gelisah pada wajah ayah si gadis. Tak butuh waktu lama. sang ibu pun menjawab lamaran Salman Al Farisi untuk mewakili putrinya. "Mohon maaf kami perlu berterus terang," kalimat tersebut membuat Salman Al Farisi dan Abu Darda berdebar menanti jawaban.
.
salman al farisi dan abu darda